Sebulan setelah ChatGPT resmi diluncurkan dan viral di jagat internet, bos saya bertanya, "Have you tried the AI Chat? I think we can scale our article quite fast with ChatGPT."
Saya yang saat itu baru sekadar tau soal ChatGPT, langsung mencobanya. Dan, sejak saat itu saya tidak pernah lagi bekerja dengan cara yang sama. Dan karena merasa sangat terbantu dengan AI, maka saya memutuskan untuk membangun media untuk memperkenalkan AI ke sebanyak mungkin orang—dan bahwa AI bukan cuma ChatGPT atau Gemini atau Grok atau Perplexity. AI bisa jauh lebih daripada sekadar chatbot.
Namun, saya sadar bahwa untuk membuat media mainstream yang dikenal luas membutuhkan kucuran dana dan sumber daya yang tidak sedikit. Karena itu, saya mencoba cara lain. Lalu lahirlah Artifisial Newsletter dengan pertimbangan:
Dari sebuah newsletter, lahirlah produk-produk dan layanan-layanan baru dari Artifisial yang bercita-cita meningkatkan produktivitas dan mempermudah masalah hidup, tanpa mengorbankan kualitas, semua dengan bantuan AI.
Kini, Artifisial memiliki:
Di Artifisial, saya membawa misi untuk memperkenalkan AI ke sebanyak mungkin orang di Indonesia, sembari membangun ekosistem untuk para talenta dan startup di bidang AI agar lebih dikenal hingga mancanegara.
Salam,
N Firmansyah
Founder, Artifisial